Jumat, 21 Oktober 2016

INTERPRETASI



CALON PEMIMPIN NEGERI

Hary Tanoesoedibjo adalah seorang pengusaha dan tokoh politik asal Indonesia. Hary adalah pemilik dari MNC Group. Di bidang politik, dia merupakan pendiri dan Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Partai Perindo). Ia pernah bergabung dalam Partai NasDem dan Partai Hanura.

Seperti yang sering kita lihat dalam media massa terutama media televisi, Hary Tanoesoedibjo memerlukan publisitas untuk menunjukkan eksistensi dirinya dan partainya di tengah masyarakat. Citra politik yang ada dalam iklan perindo adalah sosok hary tanoe yang merangkul masyarakat ekonomi lemah karena mereka merupakan pondasi terciptanya Indonesia yang sejahtera. Hary tanoe juga sebagai sosok yang mengakui keberagaman rakyat Indonesia.

saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional, yang suka abuse of power. Suatu saat saya akan jadi pimpinan negeri ini, di situlah saatnya Indonesia akan berubah dan dibersihkan dari hal hal yang tidak sebagaimana mestinya. Kasihan rakyat yang miskin makin banyak sedangkan yang lain berkembang dan makin maju." Kata hary tanoe kepada media.

Mendengar perkataan yang di lontarkan oleh hary tanoe yang menjanjikan, pastilah rakyat berasumsi bahwa hary tanoe memang dapat dipilih sebagai pemimipin negeri ini. Karna pada saat ini, banyak sekali pejabat yang obral janji saat berkampanye sedangkan saat mereka terpilih seakan lupa pada apa yang mereka janjikan kepada rakyat. Sudah sepantasnya masyarakat lebih kritis untuk memilih tanpa termakan oleh janji-janji politik. Terlebih tidak ada pemberitaan buruk mengenai hary tanoe di media yang memperkuat bahwa sosok hary tanoe adalah sosok yang pantas memimpin negeri. menurut Saleh Husin, Sekjen Hanura, Hary dipilih karena dia mempunyai citra yang bagus, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia.

Hary tanoe bahkan menjabat sebagai Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia atau yang disingkat dengan KONI. Beliau melakoni semua itu dengan kemampuannya yang sangat besar. Hary memang terkenal giat dan terampil. Selain itu kecerdasannya mampu membawanya menjadi jajaran orang penting di Indonesia. Kemampuan manajemen nya yang bagus membuatnya mampu menjalankan perannya di berbagai perusahaan yang dia miliki sehingga semua perusahaan tersebut dapat berjalan dengan baik dan terorganisir.

Dari berbagai perusahaan yang beliau miliki beliau berhasil menjadi milioner yang layak diperhitungkan dan dipandang oleh kalangan pebisnis lain. Untuk itulah beliau sering dihadirkan sebagai pembicara untuk berbagai seminar untuk menyalurkan kemampuannya kepada pebisnis Indonesia yang lain. Dalam pencapaian kesuksesannya, dia memiliki empat kunci. Yakni, fokus dengan tujuan, berdoa, membangun karakter yang baik, dan disiplin untuk komitmen.
 

Semoga dengan beberapa fakta diatas sosok Hary tanoe memang sudah sepantasnya memimpin negeri ini. Jika dilihat dari visi dan misi yang begitu menjunjung tinggi perubahan di kalangan rakyat ekonomi rendah, semua berdasarkan penilaian rakyat dan akan kembali pada keberlangsungan hidup rakyat dimasa yang akan datang.


Jumat, 07 Oktober 2016

INVESTIGASI



KEBENARAN AKAN TERUNGKAP
Semua berawal dari tempat dimana aku dan 5 sahabatku sedang asik berbincang di kantin sekolah, awalnya kami sedang membahas tentang tugas kelompok yang ingin kami kerjakan, namun di sela perbincangan salah satu sahabatku sedang murung, entah apa yang ada dalam fikirannya.

 Aku mencoba mencari tahu sebab dari wajah murungnya itu, dan aku bertanya padanya “mengapa kau tidak bersemangat hari ini? Apa kamu baik-baik saja?” dan Diah pun akhirnya bercerita bahwa dirinya telah kehilangan dompet kesayangannya yang berwarna merah muda. Lantas, kami ber-enam pun berdiskusi untuk mencari solusi agar bisa menemukan dompet milik Diah kembali.
Aku bertanya, kapan terakhir dia menaruh dompetnya itu, dan diah menjawab bahwa terakhir dia menaruh di dalam tas seusai dia mengambil uang untuk keperluannya, suasana kelas pun sepi. Hanya ada 2 orang murid bernama Kanya&Clara serta ada ibu guru Ika saat itu. 

Kamipun akhirnya memutuskan untuk mencari tahu dengan menanyakan apakah hal serupa sering terjadi dalam kelas, dan alhasil ternyata banyak juga yang pernah mengalami hal serupa di dalam kelas. Dugaan pertama kami sudah pasti pelaku tersebut ada di dalam kelas yang sama.

Dihari berikutnya, kami menyusun rencana untuk sengaja menaruh dompet sebagai alat, agar si pelaku dapat terjaring. Kami terbagi menjadi 2 tim. Aku,Ani dan Diah menjaga diluar mengamati siapa saja yang keluar masuk saat itu, Lala,Lulu,Lila ada di dalam kelas untuk menaruh perangkap dompet tersebut. Setelah kami memasang perangkap itu, kami terus mengawasi siapa sebenarnya pelaku yang sering mencuri dompet anak-anak di kelas. Tak lama, Clara masuk kedalam kelas yang tidak ada siapapun seraya mengintip dan mengendap-ngendap, lalu langsung membuka tas Lulu yang sudah kami pasang perangkap tersebut. Kamipun terkejut setelah tahu siapa dibalik ini semua dan seakan tak percaya.

Setelah kami mengetahui siapa pelaku tersebut, kami mendatangi Clara saat jam istirahat, menanyakan padanya mengapa ia melakukan hal tersebut. Saat kami menanyakan hal itu, wajah Clara pucat dan sangat ketakutan. Aku berkata padanya “taku usah takut, kami hanya bertanya dan tak bermaksud menghakimimu” akhirnya Clara pun mengakui telah mencuri dompet milik teman-temanku dan berjanji akan mengembalikannya, ia juga tidak ingin mengulangi perbuatannya lagi.

Jumat, 30 September 2016

FEATURE



Tanah kelahiran yang penuh nilai sejarah
Roda terus bergulir hingga mengantarku tiba di tanah kelahiranku, Kota Kuningan; tepatnya desa Linggarjati. Kami sekeluarga rindu akan kehangatan kampung halaman maka keluarga kami memutuskan untuk berlebaran di Kuningan. Debu yang sering kurasakan,seakan hilang setelah sampai disini. Udaranya yang sejuk membawaku  merasakan tetesan embun pagi yang berjatuhan di rumput-rumput persawahan. Kepenatan dikota, seakan sirna karena melihat sawah yang terbentang, suasana yang terhindar dari kepadatan kota Jakarta, dan air yang mengalir langsung dari gunung Ciremai. Sungguh betapa indah ciptaanMu. Begitu melihat sekeliling, rasa syukur tak henti dalam fikirku karena telah dilahirkan di desa ini.
Suasana saat lebaran pun begitu kental dengan tradisi, banyak kudengar isak tangis kebahagiaan karena dapat berkumpul bersama keluarga besar. Menangis meminta maaf kepada ayah bunda serta sanak saudara. Aku tak ingin momen kebahagia tersebut berlalu begitu cepat.
Terik matahari mulai nampak, namun kesejukkan tetap terasa, pamanku mengajakku untuk mengunjungi suatu tempat bersejarah di desa Linggarjati, yaitu gedung perundingan Linggarjati. Jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dari  tempat kami tinggal, memutuskan kami untuk pergi kesana dengan berjalan kaki saja. Tak ada rasa letih, kaki ini terus melangkah mengikuti kegembiraan hati, tak sabar untuk sampai di tempat tujuan.
Setibanya kami disana, terlihat sebuah aturan yang harus dilakukan selama berada di dalam dan informasi jadwal dibukanya gedung, yaitu pukul 08:00-18:00 setiap harinya. Kami  langsung disuguhkan dengan sebuah bangunan yang kaya akan nilai history, bangunan yang masih berdiri kokoh, kuno namun tetap terjaga. Aku berkeliling menelusuri setiap sudut serta gambar yang terpasang, membaca setiap informasi dan ilmu baru yang sebelumnya aku hanya tahu dalam buku sekolahku saja, kini aku dapat menyaksikan secara langsung bagaimana suasana pada saat perundingan itu digelar.
 Jika melihat beberapa tahun silam, mungkin perundingan Linggarjati sangat terkenal karena merupakan suatu perjanjian bersejarah yang berisi kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Belanda yang disepakati dalam sebuah perundingan. Para tokoh dari Indonesia dan Belanda duduk bersama untuk membuat kesepakatan yang dirangkum dalam beberapa poin persetujuan. Peristiwa ini kelak dikenal dengan nama perjanjian Linggarjati. Perjanjian ini telah berhasil mengangkat permasalahan antara Indonesia dan Belanda ke ranah international dengan melibatkan PBB (persatuan bangsa bangsa). Perjanjian ini disebut dengan perjanjian Linggarjati karena lokasi terjadinya ialah di Desa Linggarjati yang terletak di sebelah selatan kota Cirebon, Jawa Barat pada tanggal 10 November 1946.
Perjalananku hari ini telah banyak memberikan subuah arti dari perjuangan dan banyak sekali ilmu yang aku dapat saat mengunjungi gedung perundingan Linggarjati, aku semakin bangga telah dilahirkan di desa yang bersejarah, kelak perjalananku ini akan ku ceritakan pada anak cucuku. Matahari telah terbenam di ufuk timur, menandakan aku dan paman untuk segera pulang.


Selasa, 20 September 2016

NEWS

TINDAKAN KRIMINAL MODUS BARU
Senin, 8 Agustus 2016 masyarakat dihebohkan dengan kejadian perampokan berujung nyawa yang terjadi pada pukul 00:00 dini hari. Sebuah kasus perampokan ini terjadi di jln. Matraman, Jakarta Timur. Perampok tersebut diduga menggunakan modus baru yaitu dengan cara memberhentikan pengendara mobil dan mengetuk pintu kaca mobil untuk menanyakan sebuah alamat, namun tak disangka di dalam kartu nama tersebut, perampok telah menyelundupkan pisau kecil untuk melukai korban. Setelah korban terluka dan kesakitan, perampok menjalankan aksinya untuk merampas semua barang berharga milik sang korban.
Hingga saat ini  ada 6 pengedara mobil dari berbagai daerah yang melaporkan kasus perampokan tersebut untuk ditindak lanjuti. Polisi menduga bahwa pelaku telah tersebar dan merupakan sebuah “geng motor”.
Polisi pun menghimbau kepada para masyarakat agar  tetap waspada dan selalu berhati-hati saat dalam perjalanan. Untuk mencegah hal serupa terjadi kembali, maka polisi  menerapkan patroli di titik daerah yang diduga rawan perampokan dan lokasi yang minim pencahayaan.